Dua Kecamatan Sentra Bawang Merah
Rabu, 20 Maret 2013 19:19:10 - oleh : husen

Dua Kecamatan Sentra Bawang Merah

BANGKALAN-Setelah dikejutkan dengan kenaikan harga bawang putih, masyarakat kembali dibuat panik dengan kenaikan harga bawang merah. Meski demikan kenaikan harga bawang merah masih terbilang wajar. Karena tanaman bawang merupakan jenis komoditi holtikultura yang sifatnya fluktuatif dan sulit cara penanamanya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Bangkalan, Puguh Sanoso, bawang merah merupakan jenis tanaman yang tergolong sulit dalam perawatan dan pengembangannya. Karena membutuhkan penghitungan musim dan teknologi yang memadai.

"Menanam bawang merah, bagaikan merawat bayi, setiap hari harus dikontrol karena rawan terserang hama penyakit" ujarnya.

Selain itu, lanjut Puguh, biaya yang dikeluarkan cukup besar. Karena modal awal para petani untuk membeli bibit antara 20 sampai 25 juta perhektarnya. Walaupun mahal biaya menanam bawang, namun keuntungannya bisa tiga kali lipat apabila hasil panennya bagus dan melimpah.

"Kalau sukses petani bawang bisa membeli mobil, tapi kalau gagal bisa gulung tikar" paparnya.

Punguh menjelaskan untuk di Bangkalan, ada dua kecamatan yang dijadikan sentra tanaman bawang merah, yaitu kecamatan Blega dan Kecamatan Modung. Karena di dua kecamatan ini, iklim dan ketersediaan pengairan sangat cocok untuk budidaya bawang merah.

"Kecamatan Blega dan Modung selama 3 tahun menjadi sentra komoditi bawang merah, dengan lahan seluas 20 hektar, pada tahun 2011 produktifitasnya mencapai 13, 94 ton, sedangkan 2012 mencapai 14 ton" terangnya.

Lebih lanjut Puguh menjelaskan, dari tingkat kesulitan dan resiko yang di alami petani. Maka wajar harga bawang mengalami fluktuasi yang signifikan.

"Kalau kenaikannya dari petani tidak apa-apa, yang ditakutkan ada monopoli harga pasar" pungkasnya.(sen)

 

| More

Berita "Bisnis" Lainnya